Senin, 08 Agustus 2011

Jatuh cinta itu membingungkan


Jatuh cinta membuat aku terhanyut dalam ketidakpastian, keraguan, kegundahan, ketidakadaan, kebingungan dan ketersesatan dalam hatimu yang kosong.
entah apa kah memang jatuh cinta begitu atau hanya sebuah kebingungan dalam ketidakpastian

jalan mana yg harus ku pilih ?
jalan mana yg harus ku jalani ? jalan mana yg harus ku tempuh ?

hanya ada sebuah persimpangan, antara jatuh cinta itu indah atau jatuh cinta itu biasa saja, "Melihat kemudian suka dan akhirnya benci"

sebuah perasaan yang membingungkan.

jadi kesimpulannya jatuh cinta adalah perasaan yang membingungkan

jatuh cintalah yang banyak maka kamu akan membingungkan

Sebuah Kata sederhana yg belum sempat ku ucapkan di depanmu


Ada sebuah kata sederhana yang belum sempat ku ucapkan di hadapanmu.
"Aku Sayang Kamu" sebenarnya hanya itu yang ingin ku ucapkan. Namun entah mengapa sebuah kata itu sangat sulit terucap dari bibirku.
entah apa penyebabnya aku pun tidak pernah mengerti belum ada jawabnya.

Mungkin ada sebuah ketakukan yang mengikuti di belakangnya. Atau ada sebuah sedikit keraguan yg mengikuti. keraguan akan sebuah penolakan atau sebuah jawaban yang sangat menyakitkan ?

Kurasa setiap orang yg benar-benar mengerti dan menghargai cinta juga akan merasakan hal yang sama ketika akan melakukannya.
Padahal hal itu sangat sederhana yaitu mengatakan "Aku Sayang Kamu" namun akan ada sebuah tanda tanya kecil kepada setiap orang yg mendengarkannya.
Entah Pertanyaan apa itu mungkin sebuah Gombalan atau Sebuah ungkapan hati yg belum sempat terucap.

tapi sekali lagi ku tegaskan kepada kamu,
suatu saat nanti aku akan mengucapkan kalimat "Aku Sayang Kamu" Dengan sebuah senyuman yang indah untukmu.

Semoga kamu mengerti dari kata-kata yang akan ku ucapkan kepadamu. itu saja

-Samarinda (Lopecoffe) 08 Agustus 2011-

Minggu, 03 Juli 2011

Yusuf & Habibi Bocah Penjual Koran



Mungkin Sebagian dari kita tidak menyadari kerasnya kehidupan di jalanan sebagai seorang penjual koran di lampu merah, yang memulai harinya saat pagi hingga malam hari sebagai anak jalanan penjual koran.
Sebut saja Yusuf Bocah Berumur (15 tahun) dan Habibi (9 tahun) Asal Kota Samarinda yg beralamat di Samarinda Seberang Kampung Baqa Lebih tepatnya saya kurang tahu karena dia tidak ingin memberi tahukan dimana tempat tinggalnya.

Ketika saya menanyakan Tentang Profesinya sebagai penjual Koran di lampu merah memang agak sulit saya terpaksa membeli korannya dengan harga yg Cukup mahal dari harga biasanya yah tapi itu tidak seberapa demi informasi yg saya dapatkan.

Yusuf & Habibi Memulai paginya dengan naik angkot atau Tak jarang menumpang dengan Mobil-mobil yg lewat untuk menuju Tempat Percetakan Yang berada di kota Samarinda, Mereka berdua mengambil koran dari agen dengan harga yg cukup murah dan menjualnya kembali dengan harga normal yg sering kita beli entah berapa harganya sekarang saya juga tidak tau karena saya jarang membeli koran.

Yusuf & Habibi Mengaku masih memiliki orang tua, Orang tua mereka masih mampu bekerja sebagai mana orang tua lainnya. Orang tua Yusuf Bekerja Sebagai Penjual Donat keliling dan Orang tua Habibi Bekerja sebagai Kuli Panggul / Kuli Pasar yg berada di daerah rumahnya.

Yusuf & Habibi mengaku orang tuanya mengetahui Bahwa mereka berjualan Koran Di persimpangan Lampu merah dan saat saya tanya kepada mereka anehnya Orang tuanya tidak melarang sedikitpun jika anaknya berjualan koran di Persimpangan lampu merah atau berkeliling, Entah karena faktor ekonomi yg membuatnya begitu atau hilangnya hati nurani Dari kedua orang tua mereka, Saya pun tak mengetahuinya tapi mereka tidak pernah melarang sedikit pun mengetahui jika anaknya berjualan kora tersebut.

Yusuf & Habibi berjualan koran tersebut dia tidak mendapatkan paksaaan dari siapapun termasuk orang tuanya seperti yg sering kita liat pengemis yg memiliki Bos atau penyalur yg setiap harinya mengantar dan menjemput saat hari udah mulai malam.

Yusuf (15 tahun) Terpaksa berhenti sekolah karena kekurangan biaya untuk melanjutkannya, mungkin hal ini yg memaksa dia untuk turun kejalan untuk berjualan koran di lampu merah, Sedangkan Habibi (9 tahun) Masih Bersekolah dan duduk di bangku kelas 3 Sekolah dasar, Mereka menurut pengakuan mereka "tidak jadi masalah tidak jadi masalah walaupun mereka berjualan koran asalkan tiap harinya bisa makan dan uang itu di perolehnya dengan halal."

Di samping Pekerjaannya sebagai penjual koran di lampu merah Yusuf & Habibi juga memiliki cita-cita yg cukup besar Yusuf (Ingin Menjadi Pemain Timnas Sepak Bola Indonesia Seperti Irvan Bachdim) Sedangkan Habibi ( Ingin Menjadi Pemain Bulu Tangkis Seperti Taufik Hidayat), Sungguh cita-cita yg sangat besar dan kedengarannya seperti cita-cita anak seumuran mereka.
Namun Mereka harus membungkus dan menyimpan cita-cita mereka dalam-dalam di balik Saku celana mereka karena tuntutan biaya dan pekerjaan mereka sebagai penjual koran. Kedengaran Sangat Miris Sekali di telinga saya saat mendengar kata-kata mereka .

Kemarin juga sempat terjadi sedikit perbincangan diantara kami.
Saya : "Kamu gak iri de Liat teman-temanmu sekolah ?
Yusuf : Gak kak udah biasa. (Saya sedikit binggung dengan kata-kata dia)
Saya : Kok gak iri ? Memang gak mau sekolah lagi ?
Yusuf : Mau sih kak cuman gak ada uangnya.
Saya : Loh kenapa gak minta sama Orang tuamu?
Yusuf : Gak ada uang dia kak, Lagi pula buat makan aja susah.
Saya : Trus kalau ada yg biayain mau sekolah masih mau lanjutin sekolah ?
Yusuf : Mau lah kak siapa yg gak mau kalau sekolah di bayarin. (nyeletuk Habibi dari belakang)
Saya : Trus hasil dari jual koran di kemanain ?
Yusuf : Yah di tabung kak, Saya : Di tabungnya berapa ?
Yusuf : Yah kalo dapatnya 20ribu. 10ribunya buat makan trus 10ribunya lagi buat di tabung untuk biaya sekolah.
Saya : gitu yah de !
Yusuf : iya kak !

Sungguh sangat menyedihkan jika setiap anak jalanan saya tanya satu persatu mungkin saja argument mereka tidak jauh berbeda dari Yusuf & Habibi tersebut, Saya juga tidak bisa berbuat banyak mendengar kata-kata mereka tersebut.
Sungguh Beruntungnya kita di beri kehidupan yg sangat berkecukupan seperti sekarang ini di banding mereka yg memeras keringat untuk makan dan menabung untuk melanjutkan sekolahnya yg tertunda akibat biaya.

Ternyata di balik tawa dan senyuman mereka tersimpan cita-cita yg sangat besar yg sangat sulit untuk di raihnya,
Andai saja pemerintah mau memberi sedikit kekayaan mereka untuk anak-anak jalanan maka mereka pasti sangat bahagia.
Makna kemerdekaan bagi mereka hanyalah sebatas ucapan dan tulisan saja, namun tidak sedikitpun dari mereka yg merasakannya.

"Ini kah Indonesia ? Ini kah kerasnya hidup di Indonesia ? Ini kah Kerasnya Hidup sebagai anak Jalanan yg mencari Uang demi Kehidupan ?
"
Mungkin saja kata-kata itu yg akan dia sampaikan jika mereka bisa bicara. Bicara tentang bagaimana kerasnya kehidupan yg mereka jalani.

Bagaimana pun mereka adalah Orang Indonesia, Calon Penerus Bangsa ini yg patut di hargai walau pun nasib dan takdir mereka berhata lain.

Jadi Masih Banyak PR Bagi Kita sebagai penerus Bangsa Ini Bangsa Indonesia Yg Notabanennya Merdeka dari para penjajah, Namun tidak merdeka dari kemiskina dan kerasnya kehidupan di ibukota.

Ini Sebagian photo yang sempat saya ambil kemarin saat mereka sedang berjualan.





Minggu, 19 Juni 2011

Happy Father Day


forgive your son if there are mistake, you did not like the mother, but you are the director's best that I can be like this.

someday I'll be like you.
be someone who would be proud of my son as I am proud of you later in front of my friends
and I will say "he is my inspiration" and "he is also lights my way when I'm upset"

and I will teach your grandchildren about how you'll smile even when he was injured.
and I'll tell you how wonderful when you lap me on the shoulder. Because there is a beautiful place where I never sit still without a load.

father
you are like angels who always give you peace in my life.

happy fathers day
I love you so much

"maybe I could just write this story.
because I will not be able to say all this in front of you
"

Minggu, 05 Juni 2011

Saat Cinta Itu Pergi Bersamamu

Cinta hadir sebelum kamu bisa mengungkapkannya dengan benar,
tapi ketika cinta itu pergi seolah langitpun menghitam, warna pelangi hanya menyisakan hitam dan putih yang mengubahnya menjadi entah itu pelangi photo di tahun berapa tapi aku tidak mengerti, kemudian muncul seribu tanya di dalam hati.

"kemana cinta itu pergi ?
menelusup kah dalam aliran darah ?
atau hilang dalam setiap hembusan nafas yang berubah menjadi karbondioksida ?

siapa yang dapat menjawab sebuah pertanyaan yang tak pernah ada jawaban itu.
Pertanyaan yang selalu hadir setiap sebuah cinta itu pergi.
haruskah aku bertanya pada ribuan semut yang berbaris membawa gula untuk makanannya ? "Tentu mereka tidak akan menjawabnya"
atau aku bertanya pada dinginnya malam ini ?

arrrrrgt..
tidak ada yg bisa menjawabnya.

"hmm..
tak ada yang pernah tau kemana cinta itu pergi.
yang aku tau ternyata cinta berakhir dengan sebuah air mata,,
meskipun saat dia hadir membawa berjuta keindahan yg di hadirkannya"

biarlah cinta itu pergi,
terbang bersama hembusan angin yang entah kemana akan membawa cinta itu pergi,
mungkin ke Timur atau bahkan ke Utara.

biarlah semua menjadi memori indah di masa lalu.
biarlah semua menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan.

"nanti aku akan menulis di buku diaryku agar suatu saat aku bisa membaca dan bercerita kepada teman-temanku atau bahkan kepada anak-anakku nanti,
bahwa aku pernah merasakan cinta yang indah dan itu saat "Cinta Hadir Bersama Senyumanmu"

Senin, 16 Mei 2011

Sebuah Kenangan dan Pertanyaan yg terangkum dalam indahnya #Hujan


Selalu kunanti saat hujan turun
karena derainya membawa kedamaian dalam
setiap rintiknya selalu bercerita tentang bagaimana
indahnya kenangan dimasa lalu
indahnya saat waktu terlewati bersama dengannya
indahnya tawa kecil kebahagiaan yg terukir di bibir mungilnya
gengaman tangannya begitu hangat terasa
tetesan air di dahinya sepertiair surga yg memberi kesegaran bagi jiwa yg memandang
semakin terikat aku dalam indahnya hujan saat bersamamu
waktu berjalan seolah begitu lamban,
seolah jam dinding pun merestui dalam indahnya saat aku bersamanya
dalam derasnya hujan terbesit sebuah harapan :
"Aku Ingin Saat seperti ini tak akan pernah berhenti"

Namun aku sadar Hujan telah berakhir,

mungkin Hujan sudah cukup melepaskan dahaga tanah-tanah yg kekeringan.

dan Aku berkata dan bertanya pada hujan
"Mengapa kamu berhenti meneteskan airmu ?
Apakah Kau telah bosan meneteskan kesegaran bagi jiwa yg kehausan"

Lantas Kemudian Hujan Menjawab
"Jika Aku terus memberikan tetesanku apa kamu tau apa yg akan terjadi ?
Semua yg bernyawa dan semua yg indah akan benci kepadaku, karena tidak akan pernah ada lagi keindahan. Yang ada hanya derai air mata karena keterpuruhan karena banjir"

Ketika aku mendapat jawaban itu aku tak pernah bersedih ketika Hujan berhenti,
karena ku tau setiap Hujan usai, Indah Pelangi selalu menanti setelahnya
walaupun Hujan telah berhenti namun Aku tau Hujan tak akan pernah menjadi kenangan walaupun saat kemarau datang.

"Dan aku tau Setiap Kenangan indahmu selalu terangkum dalam indahnya hujan dan warna pelangi yg turun setelah Hujan"

"Aku selalu Menanti setiap Hujan datang karena ku tau kamu selaludatang bersama kenanganmu"

Rabu, 11 Mei 2011

Sebuah Perjalanan Cinta yg berakhir menyakitkan


Awalnya aku mengira jika pertemuan denganmu itu
akan menjadi hal yg indah,
ternyata semua yg ku pikirkan itu salah
memang mengenalmu adalah sesuatu yg indah buatku
menjalin sebuah 'Relationship' itu yg ku harap darimu

ternyata semua telah ku dapai sebuah keindahan
saat bersama denganmu dan hidup ini seolah penuh warna
hari2ku terasa bagaikan indahnya saat di surga
setiap lekuk tubuhmu telah kurasakan
aroma nafasku pun selah bersatu dengan nafasmu
maka saat aku bernafas pun seolah ada kamu di dekatku

hingga aku pun tak segan2 memberikan sebongkah hati ini
yg telah rapuh untuk kamu segarkan kembali dengan senyumanmu
pada saat itu aku percaya setiap apa yg kamu katakan
dan setiap kesalahanmu pun tak segan2 untukku
memaafkan setiap kesalahanmu
dan aku pun tak segan2 meminta maaf hanya sekedar
memperbaiki keadaan yg sedang kalut

namun semua kebahagiaan itu tak berlangsung lama
awal dan perjalanan yg indah
ternyata..
hanya kamu balas dengan 1 hati yg membuat semua kepercayaanku luntur
semua cinta dan isi hati pun seperti gelas yg terhempas ke lantai rumah
hancur dan tak akan bisa di sambung lagi

ku akui aku menangis saat kamu pergi
ku akui aku menangis saat meminta cintamu lagi
aku mengemis cintamu hanya sekedar
untuk memperbaiki hubungan yg telah hancur
bodohnya aku harus meminta cinta itu lagi denganmu
mungkin semua di dasari rasa cinta yg dalam
ataupun pada saat itu iblis di dalam diri mempengaruhi aku
agar aku terjerumus dalam keterpurukan dan kesedihan fana
dan seolah malikat dalam diri hanya mampu menangis
melihat diriku yg di kuasai oleh iblis diriku sendiri

sisi gelap yg selalu ku sembunyikan
dari setiap orang yg mengenalku
yg mereka tau hidupku tanpa kesedihan tanpa air mata

namun setelah aku sadar
ternyata...
cinta yg kamu berikan itu palsu
ya aku tertipu oleh semua senyum manis dari bibirmu
argggghttt, tembok pun seolah tertawa melihat kebodohanku
yg selalu menangisi dan berharap kamu kembali
detak jam terasa sangat lamban
dia pun seolah mendukung iblis dalam diriku agar aku semakin terjerat dalam
gelapnya kehidupan.

Dan ketika aku tersadar
ternyata semua hanya cerita cinta dan proses pendewasaan
yg harus ku lalui mungkin memang terasa sangat berat
kehilangan orang yg benar2 ku sayang
kehilangan separuh dari kebahagiaan
kehilangan nafas untuk menghirup udara kebahagiaan

hmmm..
ternyata semua nyata.
ku kira hanya mimpi
dan kini aku harus menjalani kehidupanku yg harus ku jalani sendiri
mungkin terasa sangat berat
tapi ini lah jalanku
jalan yg telah ku pilih,
walupun pada akhirnya berakhir menyakitkan

mungkin TUHAN sedang menguji sampai mana aku bisa bertahan dengan
kehidupan yg pahit tanpa cinta

"TUGASKU : Aku harus kembali menata hatiku yg telah hancur sebelum aku belajar mencintai orang lain, karena aku tidak ingin orang lain merasakan hal yg sama seperti apa yg pernah ku rasakan dulu"

"HARUS KU AKUI KAMU ADALAH MANTAN KEKASIH YG TERINDAH DALAM HIDUPKU"