Sabtu, 31 Desember 2011

Maaf Jika caraku ini salah !


Maaf....
Mungkin caraku untuk menjauh darimu ini salah, mungkin caraku untuk pergi darimu ini salah, tapi ini memang pilihan yg sulit untuk buat kamu pergi.
Aku cuma tidak mau berharap lagi terlalu banyak dari kamu,
asalkan kamu tahu saja....
Sakit rasanya berharap terlalu besar dari kamu tapi pada akhirnya aku tidak bisa memilikimu.

Aku punya banyak cara untuk mencintaimu, salah satunya seperti ini, membuatmu membenciku !
mungkin ini cara yang aku ambil ini salah.
tapi aku mau kamu tahu, mencintaimu ada di dalam hatiku.
Walaupun selama ini aku hanya bisa diam ketika aku merindukamu, Aku hanya bisa diam saat aku mencoba bekata "Aku sayang kamu"

Sekali lagi maaf harus membuatmu membenciku pada akhirnya, tapi inilah jalan yang terbaik yang bisa ku ambil.
Karena walaupun memaksakan aku juga tetap tidak bisa untuk memilikimu.
Jadi pergi darimu mungkin adalah jalan yang terbaik untukku saat ini, entah aku masih berharap atau tidak darimu.
Tapi jauh disini aku selalu berdoa yang terbaik untukmu, berdoa yang terbaik untuk setiap senyuman yang kamu dapat, Walaupun senyuman itu bukan untukku !

"Semoga seseorang yg ada di sisimu nanti akan bisa selalu membuatmu tersenyum. Maafkan aku jika caraku ini salah !"

"Thank's for Everything and Last thing memories, maybe leave you be better for us !"

Senin, 14 November 2011

Cemburu

Cemburu, mungkin itu yang aku alami saat ini, entah apa sebabnya ! Entah apa alasannya ?

Tapi aku merasa aku takut kehilanganmu


Apakah ini cinta ? atau hanya sedikit perasaan gundah ketika aku tidak ada dipikiranmu ? jika kamu bersamanya,


Aku tidak tau jawabannya, siapa yg biasa menjawab kecuali dirimu sendiri

Aku harap ini semua hanya mimpi, dan ketika aku terbangun nanti semua akan baik-baik saja.


"Sekarang aku tau cemburu itu adalah sebuah rasa ketakutan yang begitu besar, yaitu takut kehilanganmu"

Minggu, 23 Oktober 2011

Dear Someone : I try write this song for you


Ku tulis sebuah lagu tentang perasaanku untuk seseorang yg sudah memiliki seseorang di dalam hatiny,
cinta tidak pernah salah mungkin hanya datangnya saja yg kurang tepat
mungkin dalam sebuah lagu ini aku bisa mengungkapkan semua isi hati dan perasaanku.
dan suatu hari nanti aku akan menyayikannya di depanmu.

Dear Someone : Hear me !! I just wanna you be better.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Tersenyumlah Walaupun Itu Berat


Pernah kah terbayang sebagian dari kita melihat senyuman dari ke-2 anak pada foto ini ?
Senyuman tanpa beban ?
Senyuman dalam kesakitan ?
Atau Senyuman yg menyembunyikan sebuah kesakitan yg teramat dalam ?
Siapa yg bisa menjawab ?
Siapa yg sanggup menggambarkan keindahan senyuman mereka yg di bayar dengan jeri payah dan tetesan keringat mereka untuk mendapatkan sepeser uang yg harus berlarian ketika melihat atau mendengar kata "Satpol PP"

Beruntung sebagian dari kita tidak pernah menghabiskan sebagian waktu kita di jalan seperti mereka.
Yang menghabiskan waktu bermain atau (bahkan) Waktu belajarnya untuk mengais rejeki, untuk mendapatkan uang yg di gunakan untuk menghidupi dirinya sendiri atau bahkan tak jarang sebagian dari mereka berusaha menjadi tulang punggung keluarga.

Mungkin ada sedikit rasa iri dan kecewa yg tertanam dalam diri mereka "Mengapa aku tidak menjadi seperti mereka yg menghabiskan waktu untuk bercanda gurau dengan keluarga atau teman-temanku"

Mungkin bagi mereka dunia ini tidak adil, tapi itu semua adalah sebagian dari kehidupan yg harus mereka jalani dengan lapang hati.

Suatu hal yg bisa di petik dari dalam foto ini adalah " Tetaplah tersenyum walaupun kehidupan yg di jalani itu sangat berat ataupun tak sanggup di pikul sendirian"
dan yakinlah "Bahwa tuhan selalu memberikan yg terbaik untukmu walaupun realitanya sangat berbeda dari apa yg kita inginkan"

"Yakinlah bahwa hidup ini akan begitu indah jika kamu melewatinya dengan senyuman yg ikhlas"

Senin, 08 Agustus 2011

Jatuh cinta itu membingungkan


Jatuh cinta membuat aku terhanyut dalam ketidakpastian, keraguan, kegundahan, ketidakadaan, kebingungan dan ketersesatan dalam hatimu yang kosong.
entah apa kah memang jatuh cinta begitu atau hanya sebuah kebingungan dalam ketidakpastian

jalan mana yg harus ku pilih ?
jalan mana yg harus ku jalani ? jalan mana yg harus ku tempuh ?

hanya ada sebuah persimpangan, antara jatuh cinta itu indah atau jatuh cinta itu biasa saja, "Melihat kemudian suka dan akhirnya benci"

sebuah perasaan yang membingungkan.

jadi kesimpulannya jatuh cinta adalah perasaan yang membingungkan

jatuh cintalah yang banyak maka kamu akan membingungkan

Sebuah Kata sederhana yg belum sempat ku ucapkan di depanmu


Ada sebuah kata sederhana yang belum sempat ku ucapkan di hadapanmu.
"Aku Sayang Kamu" sebenarnya hanya itu yang ingin ku ucapkan. Namun entah mengapa sebuah kata itu sangat sulit terucap dari bibirku.
entah apa penyebabnya aku pun tidak pernah mengerti belum ada jawabnya.

Mungkin ada sebuah ketakukan yang mengikuti di belakangnya. Atau ada sebuah sedikit keraguan yg mengikuti. keraguan akan sebuah penolakan atau sebuah jawaban yang sangat menyakitkan ?

Kurasa setiap orang yg benar-benar mengerti dan menghargai cinta juga akan merasakan hal yang sama ketika akan melakukannya.
Padahal hal itu sangat sederhana yaitu mengatakan "Aku Sayang Kamu" namun akan ada sebuah tanda tanya kecil kepada setiap orang yg mendengarkannya.
Entah Pertanyaan apa itu mungkin sebuah Gombalan atau Sebuah ungkapan hati yg belum sempat terucap.

tapi sekali lagi ku tegaskan kepada kamu,
suatu saat nanti aku akan mengucapkan kalimat "Aku Sayang Kamu" Dengan sebuah senyuman yang indah untukmu.

Semoga kamu mengerti dari kata-kata yang akan ku ucapkan kepadamu. itu saja

-Samarinda (Lopecoffe) 08 Agustus 2011-

Minggu, 03 Juli 2011

Yusuf & Habibi Bocah Penjual Koran



Mungkin Sebagian dari kita tidak menyadari kerasnya kehidupan di jalanan sebagai seorang penjual koran di lampu merah, yang memulai harinya saat pagi hingga malam hari sebagai anak jalanan penjual koran.
Sebut saja Yusuf Bocah Berumur (15 tahun) dan Habibi (9 tahun) Asal Kota Samarinda yg beralamat di Samarinda Seberang Kampung Baqa Lebih tepatnya saya kurang tahu karena dia tidak ingin memberi tahukan dimana tempat tinggalnya.

Ketika saya menanyakan Tentang Profesinya sebagai penjual Koran di lampu merah memang agak sulit saya terpaksa membeli korannya dengan harga yg Cukup mahal dari harga biasanya yah tapi itu tidak seberapa demi informasi yg saya dapatkan.

Yusuf & Habibi Memulai paginya dengan naik angkot atau Tak jarang menumpang dengan Mobil-mobil yg lewat untuk menuju Tempat Percetakan Yang berada di kota Samarinda, Mereka berdua mengambil koran dari agen dengan harga yg cukup murah dan menjualnya kembali dengan harga normal yg sering kita beli entah berapa harganya sekarang saya juga tidak tau karena saya jarang membeli koran.

Yusuf & Habibi Mengaku masih memiliki orang tua, Orang tua mereka masih mampu bekerja sebagai mana orang tua lainnya. Orang tua Yusuf Bekerja Sebagai Penjual Donat keliling dan Orang tua Habibi Bekerja sebagai Kuli Panggul / Kuli Pasar yg berada di daerah rumahnya.

Yusuf & Habibi mengaku orang tuanya mengetahui Bahwa mereka berjualan Koran Di persimpangan Lampu merah dan saat saya tanya kepada mereka anehnya Orang tuanya tidak melarang sedikitpun jika anaknya berjualan koran di Persimpangan lampu merah atau berkeliling, Entah karena faktor ekonomi yg membuatnya begitu atau hilangnya hati nurani Dari kedua orang tua mereka, Saya pun tak mengetahuinya tapi mereka tidak pernah melarang sedikit pun mengetahui jika anaknya berjualan kora tersebut.

Yusuf & Habibi berjualan koran tersebut dia tidak mendapatkan paksaaan dari siapapun termasuk orang tuanya seperti yg sering kita liat pengemis yg memiliki Bos atau penyalur yg setiap harinya mengantar dan menjemput saat hari udah mulai malam.

Yusuf (15 tahun) Terpaksa berhenti sekolah karena kekurangan biaya untuk melanjutkannya, mungkin hal ini yg memaksa dia untuk turun kejalan untuk berjualan koran di lampu merah, Sedangkan Habibi (9 tahun) Masih Bersekolah dan duduk di bangku kelas 3 Sekolah dasar, Mereka menurut pengakuan mereka "tidak jadi masalah tidak jadi masalah walaupun mereka berjualan koran asalkan tiap harinya bisa makan dan uang itu di perolehnya dengan halal."

Di samping Pekerjaannya sebagai penjual koran di lampu merah Yusuf & Habibi juga memiliki cita-cita yg cukup besar Yusuf (Ingin Menjadi Pemain Timnas Sepak Bola Indonesia Seperti Irvan Bachdim) Sedangkan Habibi ( Ingin Menjadi Pemain Bulu Tangkis Seperti Taufik Hidayat), Sungguh cita-cita yg sangat besar dan kedengarannya seperti cita-cita anak seumuran mereka.
Namun Mereka harus membungkus dan menyimpan cita-cita mereka dalam-dalam di balik Saku celana mereka karena tuntutan biaya dan pekerjaan mereka sebagai penjual koran. Kedengaran Sangat Miris Sekali di telinga saya saat mendengar kata-kata mereka .

Kemarin juga sempat terjadi sedikit perbincangan diantara kami.
Saya : "Kamu gak iri de Liat teman-temanmu sekolah ?
Yusuf : Gak kak udah biasa. (Saya sedikit binggung dengan kata-kata dia)
Saya : Kok gak iri ? Memang gak mau sekolah lagi ?
Yusuf : Mau sih kak cuman gak ada uangnya.
Saya : Loh kenapa gak minta sama Orang tuamu?
Yusuf : Gak ada uang dia kak, Lagi pula buat makan aja susah.
Saya : Trus kalau ada yg biayain mau sekolah masih mau lanjutin sekolah ?
Yusuf : Mau lah kak siapa yg gak mau kalau sekolah di bayarin. (nyeletuk Habibi dari belakang)
Saya : Trus hasil dari jual koran di kemanain ?
Yusuf : Yah di tabung kak, Saya : Di tabungnya berapa ?
Yusuf : Yah kalo dapatnya 20ribu. 10ribunya buat makan trus 10ribunya lagi buat di tabung untuk biaya sekolah.
Saya : gitu yah de !
Yusuf : iya kak !

Sungguh sangat menyedihkan jika setiap anak jalanan saya tanya satu persatu mungkin saja argument mereka tidak jauh berbeda dari Yusuf & Habibi tersebut, Saya juga tidak bisa berbuat banyak mendengar kata-kata mereka tersebut.
Sungguh Beruntungnya kita di beri kehidupan yg sangat berkecukupan seperti sekarang ini di banding mereka yg memeras keringat untuk makan dan menabung untuk melanjutkan sekolahnya yg tertunda akibat biaya.

Ternyata di balik tawa dan senyuman mereka tersimpan cita-cita yg sangat besar yg sangat sulit untuk di raihnya,
Andai saja pemerintah mau memberi sedikit kekayaan mereka untuk anak-anak jalanan maka mereka pasti sangat bahagia.
Makna kemerdekaan bagi mereka hanyalah sebatas ucapan dan tulisan saja, namun tidak sedikitpun dari mereka yg merasakannya.

"Ini kah Indonesia ? Ini kah kerasnya hidup di Indonesia ? Ini kah Kerasnya Hidup sebagai anak Jalanan yg mencari Uang demi Kehidupan ?
"
Mungkin saja kata-kata itu yg akan dia sampaikan jika mereka bisa bicara. Bicara tentang bagaimana kerasnya kehidupan yg mereka jalani.

Bagaimana pun mereka adalah Orang Indonesia, Calon Penerus Bangsa ini yg patut di hargai walau pun nasib dan takdir mereka berhata lain.

Jadi Masih Banyak PR Bagi Kita sebagai penerus Bangsa Ini Bangsa Indonesia Yg Notabanennya Merdeka dari para penjajah, Namun tidak merdeka dari kemiskina dan kerasnya kehidupan di ibukota.

Ini Sebagian photo yang sempat saya ambil kemarin saat mereka sedang berjualan.